Home Tentang Kami Kontak Kami Donasi E-Book

Tabib Baik Tidak Mengingat Dendam Lama

Dahalu kala, ada seorang tabib yang memiliki keahlian yang tinggi dan hati yang baik, bernama Pan Kui. Dalam membantu orang menyembuhkan penyakit, selalu menggunakan obat yang baik walaupun mahal. Terhadap orang miskin yang memeriksakan penyakit dan tidak mampu membayar biaya obat, bukan saja ia tidak menerima uang mereka sepeser pun, ada kalanya masih mengambil kantong sendiri memberikan uang dan makanan untuk pasien miskin.

Suatu kali wabah penyakit merebak, dari pagi hingga malam, tabib Pan Kui pergi dari satu tempat ke tempat lain untuk mengobati orang sakit. Tidak peduli kaya atau miskin, dipandang sama, dengan seksama  dan penuh perhatian mengandalkan tangan ajaibnya untuk menyembuhkan penyakit dan berhasil menyembuhkan penyakit, dan berhasil menyembuhkan banyak orang yang hampir meninggal.

Saat itu di sebelah rumahnya, seorang tetangga bernama Zhao juga terkena wabah penyakit. Melihat nyawanya hampir melayang, ia menyuruh anaknya cepat-capat mengundang tabib Pan untuk datang mengobatinya, hati anaknya ragu-ragu cukup lama, lalu dengan keberatan berkata, "Ayah, kita pernah berselisih dengannya, juga pernah berperkara di pengadilan, coba pikir apakah ia mau datang mengobati penyakit ayah?"

Ayahnya yang sudah tidak berdaya berkata, "Penyakit saya sudah tidak bisa dibiarkan, walaupun kita dua keluarga ada dendam, saya pikir ia tidak akan mempermasalahkan. Jangan menghabiskan waktu, cepat undang ia datang! Pasti ia tidak akan mencelakakan saya."

Tabib Pan datang dengan membawa tas obat, tidak hanya mengobatinya dengan seksama, juga menghibur pasien, seolah tidak pernah terjadi hal yang tidak menggembirakan di antara mereka, tidak lama kemudian tetangga Zhao itu sembuh.

Tabib Pan yang begitu lapang dada dan pemaaf, memiliki hati yang sangat mulia yang tidak mengingat dendam lama! Perilaku kebajikan seperti ini bukanlah sesuatu yang dapat dilakukan semua orang. Karena itu, setiap saat Shang Di, Tuhan Yang Maha Agung, secara diam-diam melindunginya, sehingga ketiga anaknya berhasil menjadi pejabat tinggi.
 print this page Print this page

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TERIMA KASIH